Empat Kesalahan Umum Saat Belajar Drum
1. Yang Utama Kecepatan Bukan Akurassi
Hal ini sering kali terjadi, kita terlalu fokus untuk mengejar kecepatan terlebih dahulu. Padahal kecepatan dan akurasai adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bermain cepat tetapi dibarengi dengan akurasi yang berantakan, tentunya percuma saja karena akan terdengar dan terlihat buruk. Juka kita asal bermain cepat tanpa adanya akurasi di dalam satu permainan musik atau lagu, hal ini akan merusak lagunya itu sendiri, bahkan pendengar atau audiences tidak akan merasa terhibur.
2. Tidak Mau Pakai Metronom
Paling anti dengan metronom, ketika berlatih sticking atau suatu pattern (pola) drum, tidak mau belajar dan berlatih dengan metronome. Padahal salah satu tugas kita sebagai drummer adalah sebagai penjaga tempo dalam suatu permainan musik. Sekalinya mau berlatih dengan metronome, pemilihan tempo pada metrinim langsung memilih tempo yang tinggi. Dengan alasan tempo lambat terasa sangat membosankan. Padahal berlatih dari tempo pelan terlebih dahulu memiliki tujuan untuk memahami bentuk dari suatu pattern drum ataupun pola sticking yang sedang dipelajari, sekaligus membentuk otot tangan dan kaki yang sedang dilatih agar nantinya terbiasa bermain bermain cepat, karena ibaratnya kita harus belajar jalan dulu sebelum belajar berlari.
3. Tidak Mau Belajar Nilai Not
Bermain drum yang baik tentunya memiliki feel yang dan tempo yang stabil. Jadi salah satu penyebab sering larinya tempo ketika bermain drum adalah tidak memahami bermain nilai not yang menyesuaikan dengan kecepatan metonome yang dipasang. Setiap ketukan drum dan fill in yang dimainkan juga melibatkan nilai not tersebut.
4. Cepat Bosan dan Malas Berlatih
Inilah yang paling sering terjadi, memahami semua teknik beat, fiil in dan lain sebagainya akan menjadi percuma jika tidak pernah atau jarang dilatih kembali. Baru sebentar berlatih sudah merasa bosan, langsung pindah ke tema pelajaran berikutnya. Contohnya, baru lima menit berlatih single strok di tangang, langsung beralih ke berlatih double pedal dan bertahan dua menit saja, merasa bosan lagi dan langsung beralih ke latihan linear fill in. Lebih parahnya lagi, sudah cepat bosan, berlatihpun hanya tiga bulan sekali pula, tetapi pengen skill drumnya selevel dengan Dave Weckl atau drummer hebat lainnya.

Tinggalkan Balasan