Bunga Tak Hanya Untuk Wanita
Kalian pernah dengarkan salah satu grup band ternama yang memakai salah satu nama jenis bunga buat grup bandnya? Apa namanya? Yup, betul.. Guns N’ Roses.
Banyak orang berpikir bahwa bunga hanya boleh disukai kaum hawa, hanya perempuan yang pantas menyukai bunga. Ada stigma negatif yang beredar bahwa pria yang menyukai bunga itu “keperempuan-perempuanan”. Stigma seperti ini dan sejenisnya pada akhirnya akan menjadi tuduhan-tuduhan dan pernyataan yang tidak berdasar. Apakah Tuhan menciptakan bunga hanya untuk mahluk-Nya yang berjenis kelamin perempuan saja? Atau, apakah bunga itu hanya boleh digemari oleh manusia yang memiliki atau memilih peran jender sebagai perempuan? Tentuk tidak kan ?
Tidak pernah ada tanda peringatan yang berbunyi “Manusia berjenis kelamin lelaki dilarang memandang dan menikmati bunga” yang tumbuh dan berkembang di seantero bumi. Menyukai bunga itu tidak harus berdasarakan pada jender. Lelaki atau perempuan boleh menyukai bunga. Apakah pernah ada peringtan yang melarang lelaki menyukai bunga-bunga ini di taman-taman yang ada? Tidak kan? Yang jelas, dari segi siapa yang menyukainya, bunga itu bersifat uniseks, boleh disukai jenis kelamin apa pun. Karenanya Bunga tidak hanya diciptakan untuk perempuan, tetapi Tuhan menciptakan bunga-bunga untuk semua mahluknya. Bunga diciptakan untuk dinikmati keindahan dan keharumannya oleh, baik lelaki maupun perempuaan.

Bahkan, bunga telah banyak digunakan sebagai salah satu media dan alat komunikasi, ia menjadi bahasa non verbal yang tak terucapkan. Bahasa bunga atau juga dikenal floriografi, merupakan alat komunikasi kriptologis melalui penggunaan bunga. Makna telah dikaitkan dengan bunga selama ribuan tahun dan beberapa bentuk floriografi telah dipraktikkan dalam budaya tradisional di seluruh Eropa, Asia dan Timur Tengah. Tumbuhan dan bunga digunakan sebagai simbol cinta, kelembutan dan kasih sayang. Dalam budaya Barat William Shakespeare menganggap bunga memiliki makna sebagai lambang tertentu yang memiliki banyak makna. Ketertarikan pada floriografi berkembang pesat di Inggris khususnya Victoria dan di AS pada abad ke-19. Dipersenjatai dengan kamus bunga, orang Victoria sering bertukar karangan bunga yang disebut nosegays atau tussie-mussies, yang dapat dikenakan atau dibawa sebagai aksesori fesyen. Termasuk design Tshirt Drumaddict kita kali ini, menyertakan bunga sebagai simbol unik yang mengandung banyak makna dan arti.

Tinggalkan Balasan