4 Kesalahan Umum Bermain Drum yang Sering Dilakukan
Ada beberapa kebiasaan buruk yang cukup umum yang dapat menghambat tingkat kinerja yang optimal bagi seorang drummer. Kebiasaan ini mudah diperbaiki tetapi dapat memengaruhi berbagai area permainan drummer. Apa saja kebiasaan buruk itu?
1. Bermain dengan drumstick yang ukurannya salah
Ini adalah masalah yang sangat umum, dan banyak drumer takut untuk mengakuinya! Alasan paling umum adalah: “Saya merasa paling nyaman dengan ukuran ini”. Ukuran dan berat drumsticks memiliki pengaruh besar pada kinerja drummer, dan meskipun tidak ada “stik yang sempurna” untuk setiap drummer, tetapi harus ada keseimbangan optimal antara bobot dan permainan. Drumsticks drum yang terlalu ringan tidak akan bisa mengeluarkan suara yang bagus dari drum. Menggunakan drumsticks yang terlalu berat akan memiliki efek negatif yang sama pada permainanmu karena stik tersebut menghabiskan terlalu banyak energi dan memengaruhi kecepatanmu.
2. Posisi pedal salah
Ini adalah kesalahan umum lainnya yang jatuh ke dalam kebiasaan buruk. Selain menghambat performa drum, hal ini juga berisiko cedera jika drummer bermain dalam waktu yang lama. Mempertahankan postur drum yang baik sangat penting agar kamu dapat memainkan drum dengan kemampuan terbaikmu. Jangan sampai kamu harus menjulurkan kakimu lebih jauh dari yang diperlukan untuk mencapai pedal karena bisa menimbulkan banyak ketegangan yang tidak perlu pada paha belakang dan teknik yang salah ini dapat menyebabkan cedera seperti hiperekstensi. Baik pedal hi hat dan pedal bass drum harus diposisikan tepat di tempat kaki jatuh secara alami saat duduk, sehingga menghasilkan sudut sekitar 90 derajat antara lutut dan pergelangan kakimu.
3. Tidak menabuh drum pada bagian tengah
Ini nampaknya sepele, namun bisa menjadi kesalahan yang berdampak besar pada permainan drummer! Tidak memukul drum bagian tengah adalah konsekuensi dari permainan yang tidak konsisten dan ceroboh, yang menuntut untuk diperbaiki dan diperketat melalui latihan dan pengulangan yang efektif. Memukul tepi kulit drum, atau lebih buruk lagi tepi ring, menciptakan suara yang lemah dan melengking yang menunjukkan bahwa kamu telah melakukan kekeliruan dengan permainanmu. Bermain di snare drum adalah saat ketidakkonsistenan permainanmu menjadi paling terlihat. Setiap area pada snare drum menghasilkan suara yang berbeda; setiap bagian dari ruang akan menghasilkan resonansi nada unik yang menunjukkan permainan yang tidak merata. Meskipun kita bukan robot, atau mesin bermain yang hampir sempurna, ini adalah ukuran signifikan dari kemampuan drummer untuk menunjukkan kontrol yang akurat di seluruh set drum.
4. Bermain dengan dinamika yang tidak merata
Sama halnya dengan kesalahan permainan drum sebelumnya, hal ini juga berkisar pada tema kurang presisi dan kontrol pada drum set. Tapi ini adalah konsekuensi dari kurangnya konsentrasi atau perhatian saat bermain drum. Ini contohnya. Seorang drummer mungkin bermain cukup keras dalam sebuah bait; dengan ketukan 4/4 hi hat sederhana. Tapi ketika bagian refrein dimulai, dia memutuskan untuk mengerahkan kekuatan luar biasa dan bermain sekeras yang dia bisa selama 30 detik, sebelum kembali ke volume normal. Kamu mungkin berpendapat bahwa ini menunjukkan aspek manusia dalam permainan, tetapi ini menunjukkan kelalaian untuk lagu tersebut, dan apa yang mungkin dibutuhkan musik secara keseluruhan. Contoh lain mungkin adalah seorang drummer yang memainkan groove yang sangat solid di seluruh lagu, tetapi kemudian memutuskan untuk masuk ke fill yang mengasyikkan dengan sangat tentatif, dan sebagai akibatnya bermain dengan sangat pelan sehingga fill drumnya tenggelam sepenuhnya oleh instrumen lainnya, dan itu sia-sia. Penting untuk mempertimbangkan kebutuhan musik, dan bermain dengan cara yang menunjukkan kontrol penuh di balik set drum di seluruh lagu.

Tinggalkan Balasan